Categories Transportation

HKAToday and the Transformation of Toll Road Operations toward Intelligent Transportation Systems

HKAToday dan Transformasi Operasi Jalan Tol Menuju Intelligent Transportation Systems


Ketika Operasi Jalan Tol Memasuki Babak Baru

Industri jalan tol saat ini berada pada titik perubahan yang fundamental. Jalan tol tidak lagi sekadar dipahami sebagai aset fisik yang harus dijaga keberfungsiannya, tetapi telah berkembang menjadi sistem layanan publik yang kompleks, dinamis, dan sangat bergantung pada kualitas pengelolaan data. Peningkatan volume lalu lintas, ekspektasi pengguna jalan terhadap keselamatan dan kenyamanan, tuntutan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), serta komitmen Service Level Agreement (SLA) antara operator dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menuntut pendekatan operasi dan perawatan yang jauh lebih terintegrasi dan adaptif.

Selama bertahun-tahun, Operation Control Center (OCC) menjadi tulang punggung pengelolaan operasi jalan tol. OCC berfungsi sebagai pusat pemantauan lalu lintas, koordinasi penanganan insiden, serta konsolidasi informasi dari lapangan. Call Center melengkapi peran tersebut sebagai garda terdepan layanan pelanggan, tempat laporan gangguan dan keluhan pertama kali diterima. Namun, dalam praktiknya, model ini masih didominasi oleh pendekatan reaktif. Data dikumpulkan dan ditindaklanjuti, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dan pembelajaran organisasi secara sistematis.

PT Hakaaston (HKA) merasakan secara langsung keterbatasan pendekatan tersebut seiring bertambahnya ruas jalan tol yang dikelola dan meningkatnya kompleksitas operasi serta perawatan. HKA menyadari bahwa OCC tidak lagi cukup berfungsi sebagai pusat kontrol, melainkan harus berevolusi menjadi pusat komando yang mampu mengintegrasikan data layanan, operasi, dan perawatan dalam satu sistem pengambilan keputusan yang utuh. Kesadaran inilah yang mendorong HKA sejak 2023 memulai perjalanan transformasi digital melalui pengembangan HKAToday.

HKAToday: Dari Alat Monitoring Menjadi Digital Backbone

HKAToday pada awalnya dikembangkan sebagai aplikasi internal sederhana untuk menggabungkan informasi kegiatan di ruas dan unit kerja HKA. Tujuannya masih terbatas pada visibilitas aktivitas dan monitoring dasar. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan manajemen akan data yang lebih terstruktur dan dapat ditindaklanjuti, HKAToday mengalami evolusi signifikan.

Memasuki awal 2025, HKAToday dikembangkan menjadi sebuah superapps yang mengintegrasikan seluruh aplikasi inti HKA ke dalam Dynamic Management Dashboard. HKAToday tidak lagi sekadar menampilkan data, tetapi menjadi digital backbone yang menghubungkan perencanaan, eksekusi, monitoring, dan evaluasi dalam satu siklus manajemen yang konsisten.

Dashboard HKAToday dirancang dalam tiga lapisan utama. Lapisan Performance Management memberikan pandangan strategis bagi Direksi dan pimpinan senior mengenai pencapaian target korporasi, pemenuhan SPM, kepatuhan terhadap SLA, tren keluhan pelanggan, serta indikator tata kelola dan risiko utama. Lapisan ini memungkinkan pimpinan melihat kinerja organisasi secara menyeluruh tanpa kehilangan konteks operasional.

Lapisan Operation menjadi jantung pengelolaan harian. Pada lapisan ini, data operasi dan perawatan jalan tol dari TROMS serta data produksi dan pekerjaan perawatan dari LAMPS diintegrasikan ke dalam HKAToday. Data tersebut kemudian dianalisis dan diorkestrasi melalui OCC/OCCn untuk memastikan setiap keputusan operasional diambil secara konsisten dan berbasis data.

Lapisan Interactive membuka ruang pembelajaran organisasi. Melalui analisis tren, pembandingan antar-ruas, dan simulasi perbaikan, HKAToday mendorong budaya PDCA yang hidup di seluruh level organisasi.

Evolusi OCC Menjadi OCCn

Integrasi HKAToday membawa perubahan mendasar terhadap peran OCC. Jika sebelumnya OCC berfungsi sebagai pusat pemantauan dan koordinasi respon, maka dengan hadirnya HKAToday, OCC berevolusi menjadi OCCn (Operation Command Center).

OCCn tidak hanya menerima data, tetapi mengolah, menganalisis, dan mengorkestrasi respon berdasarkan data terintegrasi dari TROMS, LAMPS, Astoll, dan Call Center. Informasi keluhan dan laporan pengguna jalan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi indikator kualitas layanan dan sinyal dini potensi gangguan terhadap pemenuhan SPM dan SLA.

Dengan pendekatan ini, OCCn berfungsi sebagai pusat kepemimpinan operasional. Keputusan yang diambil bersifat proaktif, berbasis tren dan pola, serta selaras dengan target kinerja dan kebijakan perusahaan. Inilah pergeseran penting dari control menuju command, yang menjadi fondasi utama pengelolaan jalan tol modern.

TROMS: Sistem Inti Operasi dan Perawatan Jalan Tol

Toll Road Operation and Maintenance System (TROMS) dikembangkan sebagai sistem inti untuk merencanakan, mengeksekusi, memonitor, dan mengevaluasi seluruh aktivitas operasi dan perawatan jalan tol. TROMS memastikan bahwa setiap pekerjaan di ruas dilakukan secara terencana, terdokumentasi, dan terukur agar pemenuhan SPM dan SLA dapat dicapai secara konsisten.

TROMS digunakan oleh petugas lapangan, supervisor, manajer ruas, OCC, dan manajemen pusat yang terlibat langsung dalam operasi dan perawatan. Sistem ini mencatat rencana kerja harian, realisasi pekerjaan, kejadian operasional, serta tindakan korektif yang dilakukan di lapangan. Dengan demikian, TROMS menjadi representasi kondisi riil operasi dan perawatan jalan tol.

Bagi internal HKA, TROMS meningkatkan disiplin kerja, akuntabilitas, dan kualitas evaluasi berbasis data. Bagi BUJT dan BPJT, TROMS meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap kemampuan HKA sebagai operator Operation and Maintenance yang profesional dan patuh regulasi.

LAMPS: Menjamin Kualitas Produksi dan Pekerjaan Perawatan

Live Asphalt Mixing Plants System (LAMPS) dikembangkan untuk mengelola seluruh tahapan pekerjaan perawatan jalan, mulai dari Unit Produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) hingga penghamparan hotmix di ruas. LAMPS memastikan keterpaduan antara perencanaan produksi, pelaksanaan pekerjaan, dan pengendalian mutu.

LAMPS digunakan oleh operator AMP, tim produksi, tim pengendalian mutu, serta manajemen pusat. Sistem ini memberikan visibilitas end-to-end atas rantai nilai pekerjaan perawatan jalan. Dampaknya terlihat pada peningkatan efisiensi produksi, penurunan risiko pekerjaan ulang, dan pengendalian biaya yang lebih baik.

Dari perspektif eksternal, LAMPS memberikan keyakinan kepada BUJT dan BPJT bahwa pekerjaan perawatan dilakukan sesuai standar teknis dan spesifikasi kontraktual.

Astoll dan Call Center: Menghadirkan Suara Pengguna Jalan

Astoll (Assistant Toll) dan Call Center menjadi antarmuka utama antara HKA dan pengguna jalan. Astoll menyediakan kanal digital bagi pengguna untuk memperoleh informasi dan menyampaikan laporan, sementara Call Center melayani interaksi langsung secara real time.

Data dari Astoll dan Call Center diintegrasikan ke HKAToday dan dianalisis di OCCn. Dengan pendekatan ini, suara pengguna jalan menjadi bagian integral dari sistem manajemen operasi dan perawatan, bukan sekadar respons insidental terhadap keluhan.

Menuju Intelligent Transportation System (ITS)

Transformasi menuju Intelligent Transportation System (ITS) tidak dimulai dari teknologi canggih semata, melainkan dari fondasi sistem dan proses yang terintegrasi. Di HKA, fondasi tersebut dibangun secara bertahap melalui Astoll dan Call Center sebagai antarmuka layanan pengguna, TROMS sebagai sistem inti operasi dan perawatan, serta LAMPS sebagai sistem pengelolaan produksi dan pekerjaan perawatan.

Seluruh data dari lapisan layanan, operasi, dan perawatan diintegrasikan dalam HKAToday dan diorkestrasi melalui OCCn. Dengan fondasi ini, HKA memiliki prasyarat yang kuat dan matang untuk mengembangkan ITS.

ITS memungkinkan pengelolaan lalu lintas dan perawatan jalan yang lebih prediktif, peningkatan keselamatan, serta pengalaman pengguna jalan yang lebih baik melalui pemanfaatan data, sensor, dan analitik lanjutan. Dalam konteks ini, HKAToday akan berperan sebagai platform integrasi ITS yang menghubungkan operasi internal dengan ekosistem transportasi yang lebih luas.

Penutup: HKAToday sebagai Arah Masa Depan HKA

Perjalanan HKA membangun HKAToday dan mentransformasikan OCC menjadi OCCn menunjukkan bahwa masa depan jalan tol tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, tetapi oleh kemampuan organisasi mengelola data, memimpin operasi, dan melayani pengguna jalan secara cerdas.

Ke depan, HKA perlu terus memperkuat sistem manajemen, kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan BUJT, BPJT, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan konsistensi mengadopsi konsep ITS dan Best Practices Global, HKAToday akan menjadi engine utama yang membawa HKA menuju layanan Operation and Maintenance yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.

Referensi

  • Lam, J., Enterprise Risk Management, Wiley, 2014.
  • Westerman, G. et al., Leading Digital, Harvard Business Review Press, 2014.
  • Rogers, D. L., The Digital Transformation Playbook, Columbia Business School, 2016.
  • Stevenson, W. J., Operations Management, McGraw-Hill, 2018.
  • Aguinis, H., Performance Management, Pearson, 2019.
  • ISO, ISO 14813 Intelligent Transport Systems – Reference Architecture, 2020.
  • McKinsey & Company, Driving Digital Strategy, 2020.
  • Deloitte, Digital Operations and Asset Management, 2021.
  • PwC, Risk and Resilience in Infrastructure, 2022.
  • Marr, B., Data-Driven Leadership, 2023.
  • World Bank, Smart Mobility and ITS Global Practices, 2024.
  • PT Hakaaston, RJPP 2025–2030 .

Disclaimer: Artikel ini disusun melalui proses pengujian dan penyandingan isi serta data menggunakan berbagai sumber terbuka, laporan institusi, dan sintesis analitis berbasis kecerdasan buatan. Seluruh informasi, angka, dan interpretasi yang disajikan digunakan semata-mata untuk keperluan penulisan artikel dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi, kebijakan resmi, maupun dokumen rujukan hukum.

Written By

My passion is to solve problems and develop organizations to reach their maximum potential. Decades involved in many industries has given me experiences on leadership, collaboration and communication. I’m well versed in transformation on following fields ; business models, human resources, management systems, digitalize business process, and corporate culture

More From Author

Bridging the Future (2024–2045), Dari Davos ke Nusantara Pendidikan, Dunia Kerja, dan Revolusi Industri dalam Siklus Politik Indonesia

Bridging the Future (2024–2045): Dari Davos ke Nusantara, Pendidikan, Dunia Kerja, dan Revolusi Industri dalam Siklus Politik Indonesia

Martin Nababan – Pada pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos, percakapan tentang kecerdasan buatan…

Balancing Power and Prosperity Indonesia’s Strategy in the Multipolar Era Dari Davos 2026 ke Indonesia 2045 Ekonomi Berdikari sebagai Arsitektur Ketahanan di Era Multipolar

Balancing Power and Prosperity: Indonesia’s Strategy in the Multipolar Era Dari Davos 2026 ke Indonesia 2045: Ekonomi Berdikari sebagai Arsitektur Ketahanan di Era Multipolar

I. Davos 2026: Ketika Dunia Mengganti Pertanyaannya Akhir Januari 2026, di kota kecil pegunungan Davos,…

Agile Strategy Management, From Execution Discipline menuju Strategic Agility di Era Digital

Agile Strategy Management, From Execution Discipline menuju Strategic Agility di Era Digital

Martin Nababan – Pada dua dekade terakhir, dunia manajemen strategi hidup dalam sebuah paradoks yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

When Traffic Management Touches Daily Life, Bagaimana Keputusan Lalu Lintas Membentuk Waktu, Emosi, dan Keselamatan Kita

When Traffic Management Touches Daily Life, Bagaimana Keputusan Lalu Lintas Membentuk Waktu, Emosi, dan Keselamatan Kita

Menutup Lingkaran Cerita Di awal seri ini, kita memulai dari jalan sebagai benda mati. Aspal,…

People, Power & the Electric Future, Manusia, ESG, Ketahanan Nasional, dan Arah Baru Masyarakat Global

People, Power & the Electric Future, Manusia, ESG, Ketahanan Nasional, dan Arah Baru Masyarakat Global

Artikel ini merupakan penutup strategis dari rangkaian The New Industrial Chessboard. Jika artikel-artikel sebelumnya memetakan…

The New Industrial Chessboard, EV, Battery, Supply Chain, dan Kompetisi Strategis Antar Negara

The New Industrial Chessboard, EV, Battery, Supply Chain, dan Kompetisi Strategis Antar Negara

Dari Globalisasi ke Papan Catur Industri Istilah The New Industrial Chessboard tidak lahir dari metafora…