Ruang, Waktu, dan Takdir: Tentang Seseorang yang Pergi Jauh untuk Belajar, Pulang untuk Berkarya, Lalu Membuat Namanya Berjalan Lebih Jauh daripada Dirinya Sendiri
Ketika Wageningen Berhenti Sejenak Martin Nababan – November 1960, Wageningen sedang mengantar salah satu warganya pergi. Di kota universitas kecil di Belanda itu, mahasiswa, profesor, ilmuwan, sahabat, kolega, dan masyarakat berjalan bersama dalam sebuah prosesi pemakaman yang membentang hampir dua kilometer. Orang yang mereka antar bernama Prof. Dr.…
Read More